IMG_9247.jpeg

Author : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Sinopsis :

Kami menyukai hari-hari di ruang cuci. Kami masuk dalam keadaan kotor dan keluar dengan tangan-tangan yang bersih. Suara-suara pelan memantul di dinding ruang cuci, tapi tidak ada yang perlu bicara karena kata-kata akan ditelan suara mesin yang bergetar menabrak dinding-dinding dan menggilas lantai-lantai. Di dalam ruang cuci, kami ditelan dan ditenggelamkan dan dimuntahkan kembali dengan kotoran badan kami terkubur di dalam wadah penyucian. Kami keluar dari sini, kami putih. Di ruang cuci, kami sunyi.

Kapan Nanti berisi tujuh cerita penuh keajaiban yang membenturkan logika. Kita akan diajak ke pojok ruang cuci, ke hutan yang dari antara bertopeng kelinci, juga mengikuti kisah Kin yang menggunakan kartu kredit orangtua dan membeli one way ticket untuk melancong satu keluarga. Cerita-cerita yang tidak biasa dan memantik imajinasi.

Tahun Terbit : 2023

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Genre : Literatur Fiksi

Trigger Warning:

<aside> 🐰 Kabaret

</aside>

[kelinci itu mendaki tangga hingga tiba di puncak yang lancip, lalu dia turun lagi] At the end, setelah kelinci memakan plasenta dan darah anaknya (aborted) dia akhirnya menusuk pemberi anak (the husband) dan ibu kelinci dengan gunting. Dan di akhir si kelinci bunuh diri.

[tetapi kadang membuang ibu adalah dosa yang penuh kasih sayang dan mengasihi diri adalah siksa yang lebih lembut] I think it means, sometimes when it came to cases like this, it would be a lot better to go against kemauan ‘ibu kelinci’ and run away with our own choices daripada at the end akan ada hampir-anak yang harus dikorbankan —menjadi ‘kelinci bulan’ (I connect this with Jess’s theory of Tsuki no Usagi)—.

<aside> 🔥 Kin (Si Kurang Ajar)

</aside>

[Kin akhirnya memutuskan bahwa lebih baik dia tidak memikirkan sebutan ‘kurang ajar’ itu lagi karena apa pun yang dia lakukan tidak akan mengubah sebutan itu dari bapakya] Menurutku disini apapun yang dilakukan Kin selalu salah di mata orang tuanya.

[Toh uang-uang abi nanti juga akan diberikan ke si bayi, bukan ke Kin. Katanya, sedikit akan diberikan ke Kin. Tapi tidak penting, kan? Yang penting mereka sudah punya bayi laki-laki] Menurutku mungkin ini ada kaitannya dengan Kin yang adalah seorang anak perempuan. Bahwa seberapa banyak pun yang dilakukan Kin tidak akan berarti besar dibandingkan kehadiran adiknya yang adalah seorang laki-laki. Misogynism due to patriarchal agenda in religions.

<aside> 🧺 Kering

</aside>